- Di Balik Pengerebekan, Mantan Gubri Edy Natar Buktikan Penimbunan BBM di Pekanbaru Nyata
- Kabut Asap Kembali Datang, BMKG Sebut Udara Pekanbaru Masuk Kategori Tidak Sehat
- DBH Migas Dipangkas, Mantan Gubri Wan Abubakar Minta Kepala Daerah di Riau Bersatu Berjuang ke Pusat
- Data OPEC Annual Statistical Bulletin 2026 Jadikan Singapura Importir Minyak Terbesar di ASEAN
- PHR Dukung Batik Mandau dan Dumai, Motif Pelestarian Budaya di Helai Kain untuk Kemandirian Ekonomi
- Warga, Polisi dan Pertamina Temukan 54 Tangki di Gudang Penyimpanan BBM
- DBH Migas Dipangkas 72 Persen, MKA LAMR Siak: Berpotensi Menekan Biaya Pembangunan dan Pelayanan
- Urai Antrean BBM, DPRD Minta Mobil Bertonase Besar Jangan ke Masuk Kota Pekanbaru
- Pulih Pasca Banjir Melalui PPM, Pertamina EP Rantau Berdayakan Kelompok Tani Tunas Muda Aceh Tamiang
- Atasi Kesulitan Air Saat Kemarau, PHR Hadirkan Solusi Bagi Kelompok Wanita Tani Perawang Siak
Di Balik Pengerebekan, Mantan Gubri Edy Natar Buktikan Penimbunan BBM di Pekanbaru Nyata
Selaku Koordinator Gerakan Mengembalikan Kedaulatan Rakyat (GMKR) di Riau, Edy Natar bersama LLMB dan GEMA menegaskan agar temuan ini diusut tuntas. Ia berharap pihak kepolisian benar-benar serius, terbuka, dan menindak kasus ini sesuai hukum yang berlaku hingga ke akar-akarnya tanpa tebang pilih.
Berita Populer
- Daftar Lengkap Jurusan yang Dibutuhkan TNI Terkait Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Karir 2018
- Ikan Asin Bukan Makanan Orang Miskin
- Masalah Pribadi Jadi Alasan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Bukan karena Minuman Energi
- Satu Situs KPU Kampar Diduga Diretas, Satu Lainnya Tidak Bisa Diakses
- Polisi Dumai Sita 5 Butir Ekstasi dari Kotak Rokok dan Ciduk Dua Pelaku
Berita Terkait
- Mantan Direktur RSUD Meranti dan Belasan Saksi Diperiksa Kejari, Terkait Dugaan Pengadaan Alkes0
- Diduga Stres, Kakak Bacok Adik Kandung di Pangkalan Kerinci0
- Pemalsu SKGR di Teluk Kenidai Divonis 9 Bulan Penjara oleh Hakim PN Bangkinang0
- Polisi: Korban Pembunuhan Peria Tampa Identitas Ditemukan sekitar Box Cluvert0
- Eksepsi Terdakwa Perambahan Hutan Produksi Terbatas Tesso Nilo Sukhdev Singh Ditolak Hakim0
MIGASNEWS, PEKANBARU - Mantan Gubernur Riau yang juga tokoh masyarakat Riau, Brigjen TNI (Purn) Edy Natar Nasution, berhasil membuktikan pernyataannya terkait dugaan adanya mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) yang bermain di wilayah Riau, khususnya di Kota Pekanbaru.
Pembuktian tersebut dilakukan melalui penggerebekan langsung di sebuah lokasi yang diduga kuat menjadi gudang penimbunan BBM ilegal di Jalan Temu Puri, RT 04/RW 04, Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, pada Jumat (2/10/2026) malam lalu sekitar pukul 21.30 WIB.
Langkah tegas ini sekaligus menjawab keraguan sebagian masyarakat yang sempat mempertanyakan pernyataan Edy Natar beberapa hari lalu. Sebelumnya, dugaan adanya mafia BBM tersebut ia sampaikan sesaat setelah menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi IV DPRD Provinsi Riau bersama Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB) dan Gerakan Masyarakat Adat (GEMA).
Dalam aksi penggerebekan tersebut, Edy Natar turun langsung ke lapangan didampingi oleh Sekjen DPP LLMB Datuk Juprizal, perwakilan tokoh GEMA Datuk Tarlaili, serta puluhan anggota LLMD dan masyarakat setempat.
Untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai hukum dan legalitas yang berlaku, Edy Natar turut menggandeng otoritas setempat, mulai dari Ketua RT Susanto, Lurah Tenayan Jaya Suwandi, hingga aparat penegak hukum. Kapolsek Tenayan Raya, AKP Ronny Reduansyah, SH, MH, dilibatkan langsung untuk membuka kunci gudang yang diduga menjadi tempat penimbunan.
Selain itu, guna menghindari fitnah dan menjaga transparansi, Kapolsek Ronny juga menghadirkan Heri selaku Sales Area yang bertindak sebagai perwakilan resmi dari pihak Pertamina Patra Niaga.
"Semua unsur kami libatkan di lapangan agar pelaksanaan ini benar-benar sesuai dengan aturan hukum yang berlaku dan transparan," ujar Edy Natar kepada sejumlah wartawan di lokasi kejadian.
Di dalam gudang tersebut, tim menemukan barang bukti dalam jumlah yang sangat besar. Di antaranya adalah 54 unit baby tank berkapasitas masing-masing 1.000 liter yang sebagian besar dalam kondisi terisi penuh BBM. Selain itu, ditemukan pula 10 drum kaleng berwarna merah berkapasitas 210 liter serta 4 drum biru berkapasitas 210 liter yang juga sebagian terisi BBM.
Jika ditotal, tempat penimbunan ini memiliki kapasitas tampung mencapai 58.260 liter BBM.
Terkait kepemilikan komoditas ilegal tersebut, Edy Natar mengungkapkan bahwa gudang dan BBM ini diduga kuat milik seorang oknum aparat.
"Ketika ditanya siapa pemilik BBM ilegal ini, diduga milik oknum aparat bernama Fauzi. Dugaan ini bukan tanpa alasan, karena sudah kami konfirmasi langsung kepada masyarakat setempat dan juga berdasarkan penjelasan dari pihak Polsek maupun kelurahan," jelas Edy.
Selaku Koordinator Gerakan Mengembalikan Kedaulatan Rakyat (GMKR) di Riau, Edy Natar bersama LLMB dan GEMA menegaskan agar temuan ini diusut tuntas. Ia berharap pihak kepolisian benar-benar serius, terbuka, dan menindak kasus ini sesuai hukum yang berlaku hingga ke akar-akarnya tanpa tebang pilih.
Saat ditanya oleh awak media mengenai kemungkinan adanya lokasi serupa di wilayah lain, Edy Natar menjawab dengan tegas bahwa praktik ilegal ini diduga tersebar di beberapa titik. "Saya memiliki data A1. Masih terdapat dugaan penimbunan BBM di beberapa tempat lainnya di Pekanbaru dan sekitarnya, baik yang berlokasi di Rumbai, Minas, maupun beberapa tempat lainnya," tegas Edy lagi. (FSY/SP)





