- Tanggap Darurat Kepedulian PHR, 18.750 Masker KN95 Dibagi ke Warga Terdampak Asap Karhutla di Riau
- Irjen Arman Achdiat Jabat Kapolda Riau, DPRD Harap Mafia BBM Segera Tuntas
- Hotspot Sumatra 4.806, Jarak Pandang 600 Meter Lion Air Rute Jakarta-Pekanbaru Gagal Mendarat
- DPRD Riau Minta Pemerintah Pusat Tinjau Ulang Kebijakan DBH Migas untuk Daerah Penghasil
- Waspada, 9.932 Warga Pekanbaru Alami Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap yang Meningkat
- Lanjutan Kasus Korupsi BBM di Rohul, Dua ASN Pemkab Jadi Tersangka Baru
- Dukung Operasi Lapangan, SKK Migas Sebut PPKA Hidayah Petronas Disetujui
- Kini DBH Migas Siak Anjlok Jadi Rp36 Miliar, Bupati Afni Desak Pemerintah Bayar Utang ke Daerah
- Bangun Kualitas SDM Lokal di Riau, 700 Peserta Ikuti Pengenalan Industri Migas yang Ditaja PHR
- Di Balik Pengerebekan, Mantan Gubri Edy Natar Buktikan Penimbunan BBM di Pekanbaru Nyata
Waspada, 9.932 Warga Pekanbaru Alami Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap yang Meningkat
Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru mencatat, total kumulatif warga terdampak bencana kabut asap mencapai 9.932 orang. Data tersebut dihimpun sejak 25 Agustus 2026 hingga 5 Oktober 2026.
Berita Populer
- Daftar Lengkap Jurusan yang Dibutuhkan TNI Terkait Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Karir 2018
- Ikan Asin Bukan Makanan Orang Miskin
- Masalah Pribadi Jadi Alasan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Bukan karena Minuman Energi
- Satu Situs KPU Kampar Diduga Diretas, Satu Lainnya Tidak Bisa Diakses
- Polisi Dumai Sita 5 Butir Ekstasi dari Kotak Rokok dan Ciduk Dua Pelaku
Berita Terkait
- Semarak Gelaran Funtastic Walk Pertamina 20180
- Ketinggian Air Capai 40 Sentimeter, Dua Desa di Kampar Riau Kembali Terendam Banjir0
- Tinggi Buka Pintu Pelimpah PLTA Koto Panjang Kembali Dibuka karena Elevasi Air Waduk di Atas Normal0
- Polisi Rohul Tembak Terduga Pelaku Pembunuhan di Asahan yang Dikhawatirkan Akan Melukai0
- Ajang Kebangkitan, Suku Talang Mamak di Inhu Kembali Gelar Gawai Gedang 20180
MIGASMEWS.CO, PEKANBARU - Waspada selalu. Dampak kabut asap akibat kebakaran lahan di Kota Pekanbaru mulai mengkhawatirkan. Hampir 10 ribu warga tercatat mengalami gangguan kesehatan, sejak kondisi kabut asap mulai berdampak pada masyarakat pada akhir Agustus lalu.
Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru mencatat, total kumulatif warga terdampak bencana kabut asap mencapai 9.932 orang. Data tersebut dihimpun sejak 25 Agustus 2026 hingga 5 Oktober 2026.
Gangguan kesehatan yang dialami warga didominasi penyakit yang berkaitan dengan sistem pernapasan. Pada Senin (5/10/2026) saja, tercatat 260 pasien mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Sementara itu, total pasien yang mengalami berbagai gangguan kesehatan akibat dampak kabut asap pada hari yang sama mencapai 281 orang.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, mengatakan selain ISPA, sejumlah gangguan kesehatan lain juga ditemukan pada warga yang terdampak kabut asap.
"Selain ISPA ada juga Pneumonia, mata merah, iritasi kulit hingga Asma," terang Dedy, Selasa (6/10/2026).
Menurut Dedy, kelompok yang paling rentan terdampak paparan kabut asap adalah kelompok berisiko. Di antaranya balita, anak-anak hingga lanjut usia (lansia).
"Mereka yang terdampak kebanyakan kelompok berisiko yakni balita, anak-anak hingga lansia," ujarnya.
Dedy menambahkan, Tim Penanggung Jawab Program ISPA Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru bersama tim di puskesmas dan rumah sakit terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan masyarakat.
Pemantauan dilakukan untuk melihat perkembangan kasus penyakit yang berkaitan dengan dampak kebakaran lahan, termasuk mencermati data kasus yang terjadi di tengah kondisi kualitas udara Pekanbaru yang belum membaik.
Karena itu, Dedy mengimbau masyarakat untuk sementara waktu mengurangi aktivitas di luar ruangan. Terlebih, kualitas udara Kota Pekanbaru masih belum membaik dalam dua hari terakhir.
Warga juga diminta menggunakan masker apabila harus beraktivitas atau bepergian ke luar ruangan. Penggunaan masker dinilai penting untuk mengurangi paparan kabut asap yang dapat memicu gangguan kesehatan.
"Upaya ini harus dilakukan, karena dalam sehari saja kasus ISPA bisa mencapai 260 kasus lebih. Maka harus ada upaya mencegah gangguan kesehatan akibat dampak kabut asap," ulasnya. (FSY/RA)





